Partisipasi Institusi Pedesaan dan Efektivitas Program Bangga Kencana
DOI:
https://doi.org/10.65244/jggeconomic.v2i1.687Keywords:
Institusi Pedesaan, Partisipasi Masyarakat, Pembangunan Keluarga, Efektivitas Program, Bangga KencanaAbstract
Penelitian ini menganalisis partisipasi institusi masyarakat pedesaan dalam Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana serta implikasinya terhadap efektivitas program di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian yang menempatkan institusi masyarakat pedesaan sebagai aktor utama pembangunan keluarga berbasis komunitas dan belum banyaknya penelitian yang menghubungkan pola partisipasi, faktor yang memengaruhi, strategi penguatan, serta outcome program secara integratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif. Data dikumpulkan pada Agustus sampai Oktober 2025 melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan kuesioner pendukung terhadap koordinator program, penyuluh lapangan, aparatur kecamatan dan desa, kader masyarakat, pengurus kelompok bina keluarga, tokoh masyarakat, dan keluarga penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi relatif aktif pada tahap pelaksanaan, tetapi masih lemah pada tahap perencanaan dan evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan institusi masyarakat pedesaan penting untuk menggeser partisipasi dari simbolik menjadi substantif guna meningkatkan efektivitas program, perubahan perilaku, dan kesejahteraan keluarga.
Downloads
References
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224.
Astuti, Y. (2020). Analisis peran kader dalam program KB. Jurnal Kependudukan Indonesia, 15(3), 55–68.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2023). Laporan tahunan Program Bangga Kencana tahun 2022. BKKBN.
BPS Kabupaten Bogor. (2023). Data statistik Kecamatan Cijeruk tahun 2022. Badan Pusat Statistik.
Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation’s place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213–235.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Fitriani, E. (2022). Kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana. Jurnal Ilmu Sosial dan Kebijakan Publik, 9(2), 120–134.
Kurniasih, T. (2022). Evaluasi Program Bangga Kencana di wilayah perdesaan. Jurnal Pembangunan dan Pemerintahan Desa, 5(1), 1–12.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Rachmawati, D., & Yuliani, S. (2021). Partisipasi lembaga lokal dalam penurunan stunting. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 18(2), 101–112.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Golden Generation Economic

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Golden Generation Economic agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Golden Generation Economic right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









