Peran Kyai dan Kultur Pesantren dalam Pembentukan Karakter Santri
DOI:
https://doi.org/10.65244/jggm.v2i1.286Keywords:
Kyai, Pesantren Culture, Character Education, SantriAbstract
Pendidikan karakter merupakan isu strategis dalam pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam merespons krisis moral dan sosial generasi muda. Pondok pesantren dipandang sebagai institusi pendidikan yang memiliki kekhasan dalam pembentukan karakter santri melalui peran kyai dan kultur pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran kyai dan kultur pesantren dalam pembentukan karakter santri berdasarkan temuan literatur ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada beberapa basis data nasional dan internasional dengan rentang publikasi 2014–2024. Dari hasil seleksi, diperoleh 89 artikel jurnal yang dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai berperan sebagai aktor sentral dalam pembentukan karakter santri melalui keteladanan moral, otoritas spiritual, dan kepemimpinan nilai. Sementara itu, kultur pesantren berfungsi sebagai hidden curriculum yang menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui tradisi keilmuan, kehidupan komunal, dan sistem disiplin. Nilai karakter yang dominan dibentuk meliputi religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter santri di pesantren merupakan proses kultural yang holistik dan berkelanjutan, serta relevan sebagai model alternatif pendidikan karakter di Indonesia.
Downloads
References
Al-Attas, S. M. N. (1999). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization.
Azra, A. (2015). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Biesta, G. (2015). Good education in an age of measurement: Ethics, politics, democracy. Boulder, CO: Paradigm Publishers.
Bourdieu, P. (1990). The logic of practice. Stanford, CA: Stanford University Press.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Hasanah, U. (2019). Pendidikan karakter berbasis pesantren dalam membentuk kepribadian santri. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 123–138. https://doi.org/10.14421/jpi.2019.82.123-138
Huda, M. (2016). Peran kyai dalam pembentukan karakter santri di pesantren. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 13(2), 145–158. https://doi.org/10.14421/jpai.2016.132.145-158
Jackson, P. W. (1968). Life in classrooms. New York, NY: Holt, Rinehart & Winston.
Kemendikbud. (2020). Penguatan pendidikan karakter (PPK). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kitchenham, B., & Charters, S. (2007). Guidelines for performing systematic literature reviews in software engineering. Keele University & Durham University.
Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York, NY: Bantam Books.
Ma’arif, S. (2020). Pendidikan pesantren dan moderasi beragama di Indonesia. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 15(1), 1–18. https://doi.org/10.21043/edukasia.v15i1.6872
Nucci, L. (2017). Character: A developmental perspective. New York, NY: Teachers College Press.
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., … Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
Rasyidin, W. (2017). Relasi kyai dan santri dalam pembentukan karakter di pesantren. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 17(1), 89–108. https://doi.org/10.21154/altahrir.v17i1.845
Suyanto, & Widodo, H. (2021). Pendidikan karakter dalam kebijakan pendidikan nasional: Tantangan dan implementasi. Jurnal Pendidikan Nasional, 10(2), 101–115.
Wekke, I. S., & Hamid, S. (2019). Pesantren, pendidikan karakter, dan moderasi beragama. Inferensi: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.18326/infsl3.v13i1.1-16
Yusuf, M., & Wekke, I. S. (2018). Tradisi pendidikan pesantren dalam membangun karakter santri. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 183–197. https://doi.org/10.19105/tjpi.v13i2.1818
Zarkasyi, A. F. (2018). Pendidikan pesantren dan pembentukan karakter bangsa. Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan, 16(1), 1–14. https://doi.org/10.21154/cendekia.v16i1.1256
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Golden Generation Multidisciplinary

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Golden Generation Multidisciplinary agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Golden Generation Multidisciplinary right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









